Rabu, 19 Juli 2017

Antara Aku, Pecel Lele dan Kamu

Aku terbiasa bertemu Ayam
Sampai aku merasa, ah Ayam lagi
Lagi, lagi, dan lagi. Bosan.
Ralat. Bosanku hilang, ketika Lele datang

Lele? Jelas jadi favorit. Dirumah terbiasa Ayam
Diluar rumah aku membiasakan tanpa Ayam. Pecel Lele? menarik
Aku pikir pecel ya bumbu kacang
Ternyata hanya Lele goreng dan lalapan, oh ini toh pecel Lele

Tak ada momen pecel Lele yang spesial, semua sama
Hingga akhirnya, aku menemukan seseorang yang spesial
Menemani bukan hanya hari-hariku
Namun juga menghabiskan sepiring pecel Lele denganku

Seiring berjalannya waktu, kami seolah menemukan tempat pecel Lele favorit
Tempat itu bukan hanya menyediakan Lele goreng, tapi juga Lele dengan saus
Berbagai macam saus ditawarkan, pilihan tergantung selera
Kami punya selera masing-masing

Aku begitu hafal cara makanmu
Sesering itukah kita makan Lele bersama?
Caramu berbeda dan jadi hal yang tak pernah ku lupa
Kita memang tak perlu sama dalam menikmati rasa

Caraku makan dengan membiarkan sambel berada ditempatnya
Tapi kamu justru menuang sambel dipinggiran nasi
Aku hanya mengambil daging Lele
Kamu, melahap daging hingga kepala Lele tak tersisa

Kalo aku keluarga Lele, aku akan sangat membencimu haha
Kejamnya menghabisi Lele yang sudah tidak berdaya
Namun karena aku bukan keluarga Lele
Aku justru merasakan sebaliknya terhadapmu

Begitu berbeda itu kamu
Aku tak pernah meniru caramu, karena itu bukan aku
Tapi ketika seseorang/ orang lain melakukan hal yang sama denganmu
Pasti mengingatkanku padamu

Kamu sesimpel pesanan minummu, teh tawar
Aku? Kadang es jeruk, kadang es teh manis
Duduk berhadapan dimeja, di tempat yang seringkali sama. Iya sama.
Tapi kami tidak keberatan jika kami tidak kemanamana



Bukankah momen ‘Lele’ itu sudah cukup menjelaskan tanpa perlu mengatakan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar